BERBAGAI FAKTOR DINILAI MEMICU KRIMINALITAS DI KALANGAN ANAK MUDA
Berbagai faktor disebut menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal, mulai dari pembunuhan oleh orang bayaran, perdagangan narkoba, persoalan utang, konflik antarkelompok, hingga aksi perampokan.
Di tengah kondisi tersebut, masih banyak anak muda yang memilih jalan yang benar. Meski minim kesempatan, mereka tetap bekerja keras, membuka usaha, maupun menjalani pekerjaan lain daripada terlibat dalam kejahatan.
Namun, pengaruh media sosial juga dinilai menjadi tantangan. Gaya hidup mewah dan persaingan sosial yang ditampilkan sebagian influencer dapat memberikan gambaran keliru kepada anak-anak dan remaja bahwa kekayaan serta kesuksesan bisa diraih dengan mudah.
Pamer kekayaan, merendahkan orang lain, dan membandingkan status sosial dinilai berbahaya bagi generasi muda, terlebih bagi mereka yang tumbuh dengan minim pengawasan orang tua karena kedua orang tua harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain itu, kondisi pasar kerja juga menjadi persoalan. Rendahnya upah dan kondisi kerja yang belum ideal membuat banyak pekerja, termasuk kalangan profesional, harus bertahan dengan penghasilan terbatas.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa persoalan kriminalitas dan kesenjangan sosial tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada pemerintah. Presiden dinilai tidak dapat bekerja sendirian karena persoalan tersebut juga berkaitan dengan kondisi dan perilaku masyarakat.
Persoalan ini membutuhkan peran bersama antara pemerintah, keluarga, dunia kerja, masyarakat, dan media sosial untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi muda.
SPONSOR RESMI :
⭐️ PESTOTO ⭐️
WEBSITE SL#T DAN TOGEL NO.1
GACOR & TERPERCAYA
👉
https://yamantap.me/lS5Czr👈🔥🔥🔥🔥🔥